Athaya turun dari mobil dengan kedua tangannya penuh membawa begitu banyak kantong belanjaan. Sebenarnya, ia tak berniat membeli sebanyak ini. Tapi entah kenapa, saat melihat berbagai pilihan pakaian yang sekiranya cocok untuk Adeeva, ia jadi keterusan memilih. Tapi sekarang, melihat jumlah belanjaannya yang begitu banyak, ia baru sadar bahwa ini mungkin terlihat mencurigakan bagi keluarganya. Dan benar saja. Baru saja ia melewati ruang tamu, suara tawa dan godaan langsung menyambutnya. "Eh, banyaknya belanjaan! Kau beli apa tu, Thaya?" Kakak pertamanya menegakkan duduknya di sofa, memicingkan mata ke arah kantong-kantong belanjaan di tangan adiknya. Kakak keduanya yang duduk di sebelahnya langsung menyeringai begitu melihat tulisan di goody bag yang dibawa Athaya. "Astaghfirullah, bu

