Bekas Tamparan

508 Kata

Bi Darti mengompres pipi kiri Ama yang memar akibat ditampar oleh Fabi. Ia menatap anak angkatnya itu dengan iba, bagaimanapun Ama hanyalah gadis yang ingin bertahan dalam posisinya yang terjepit. "Ama, sebaiknya kamu jangan melawan Fabi. Ibu gak mau kamu terluka lagi," ujar Bi Darti. "Iya Bu, akan kuusahakan untuk gak ngelawan di lagi." Bi Darti kemudian memeluk Ama dengan tangisan, ia tak tau harus bagaimana lagi membela Ama, bagaimanapun ia hanyalah bawahan. ••• Siangnya, Xin kembali ke rumah sakit membawa makan siang untuk Bi Darti dan dirinya, ia membelikan Ama thaitea tanpa es. Ama bingung harus bersikap bagaimana, Xin bersikap baik kepadanya adalah sebuah anugrah. Namun, itu berbahaya baginya. Ia berubah murung dan mmebalas senyum Xin dengan senyum tipis. "Kamu kenapa?" tany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN