Jalani Saja

1081 Kata

"Assalamuallaikum, Mantu Mama!" sapanya ceria. Ama terpaku, lalu apakah ia tega melukai perempuan yang ada di sebrang sana dengan kontrak itu? Jika kontrak selesai, mau tak mau ia harus pergi dan membiarkan Yela mengetahui semuanya secara perlahan dari dari faktanya. Sapaan Yela yang gembira malah menimbulkan luka bagi Ama. Entah apa yang ia harus ia lakukan, tetapi ia hanya bisa membahagiakan Yela debisa yang ia mampu. "Wa--waallaikumsalam, Ma! Mama gimana kabarnya?" "Alhamdulillah baik, Sayang. Kamu gimana kabarnya?" tanya Yela balik. "Alhamdulillah baik juga, Ma. Mama lagi ngapain sekarang?" "Lagi telponan sama kamu, Mama kebangun tadi gara-gara Papa bangun. Biasalah, kamu juga kayak gitu kan, pasti?" Ama ikut terkekeh kaku mengikuti Yela, "Ehe iya Ma, tapi kenapa Mama gak tidu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN