E M P A T P U L U H T I G A Melissa sudah terbangun pagi ini. Di luar masih gelap. Melissa kembali mendapatkan mimpi itu. Mimpi yang mulanya indah. Namun berubah menjadi mimpi buruk. Selalu. Tentang kelahiran dan kehilangan putrinya di saat yang sama. Melissa mengusap peluh di keningnya. Memijit-mijit kepalanya yang sebenarnya tidak pusing. Melissa menoleh pada Nathan yang terlelap di sebelahnya. Dengan sisa air mata membekas di wajah tampan Nathan. Lihat lah, Kak. Bahkan ayahmu yang sedemikian kuat dan selalu tegar, menitikkan air matanya karena kepergianmu. Kamu sedang apa di sana Kak ? Apa benar, kamu sudah mengenali ayah dan bunda ? Meskipun kita tidak pernah saling bertemu ? Jangan pernah membenci kami, Kak. Jangan berpikir ini mudah untuk kami, karena semua kehilangan itu t

