15. Maaf dari Dilo

736 Kata

♡ Gue masih terus-terusan menguap sambil jalan menuju jendela. Sejak sore gue nggak ada buka jendela. Alasannya satu, gue nggak mau jumpa Dilo. Mungkin gue egois, tapi…jujur, sikapnya yang sekarang bikin gue bimbang. Cring cring cring Sedetik setelah jendela terbuka, gue disambut dengan puluhan atau mungkin ratusan bangau kertas warni-warni bergelantungan tepat di depan jendela kamar gue. WHAT THE??? Tunggu! Ada tulisannya… Gue menarik satu bangau kertas berwarna putih lalu membaca tulisan tangan yang ada disisi sayap bangau. MAAF Gue tertegun sebentar. Ini pasti kerjaan Dilo. Gue periksa semua sisi sayap bangau kertas dan tulisannya sama semua. MAAF. KRIEK. Jendela kamar sebelah terbuka. Gue liat Dilo muncul dengan wajah lesu, rambut kusut, dan itu…dia masih pakai baju yang semal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN