♡ “Makasih tapi asal lo tau aja, gue bukan Lupin yang dulu lagi. Dan gue mohon dengan sangat, jangan rusak lagi pesta ulang tahun gue nanti, kayak lo ngerusak pesta ulang tahun gue, sepuluh tahun yang lalu…” “Lo juga harus tau Pin, gue bukan Dilo yang dulu lagi, ” batin Dilo sambil memandangi jendela kamar Lupin yang tertutup. Dia tersenyum getir. Perasaan sesal memenuhi hatinya. Seandainya dulu, dia nggak melakukan kebodohan itu, mungkin Lupin nggak akan membencinya. Seandainya dari dulu dia bersikap baik pada Lupin, mungkin sekarang mereka bisa berteman baik atau mungkin lebih dari sekedar teman. Seandainya dan seandainya aja… “Pin?” panggil Dilo sambil mengetuk-ngetuk jendela kamar Lupin. “Pin?” Dilo terus mengetuk dan agak meninggikan suaranya. “Gue tau lo dengar, gue tau lo disan

