♡ “OH MY GOD!” “Ngapain kalian?” tanya Kak Yona dengan mata berkedut-kedut curiga. Dilo buru-buru tegak dan masih mengelus-elus keningnya yang tadi beradu dengan kening gue. “A…hmm…tadi_” belum selesai gue ngomong, Bang Rey udah melompat ke tempat tidur gue dengan muka lebay. “ADIKKU! KENAPA INI BISA TERJADI PADAMUUU?” teriaknya lebay sambil memegang pipi gue. “Sakit ah bang!” kata gue galak menepis tangannya yang menempel dipipi gue yang luka. “Ngomong-ngomong kalian tadi ngapain sih?” tanya kak Yona masih penasaran. Bang Rey mundur dan berbisik-bisik disudut pintu dengan Kak Yona. Sesekali mereka ngeliat gue dan Dilo sambil cekikikan. Nyebelin emang. “Di…abang setuju aja kok kalo kamu jadi adek ipar abang! Tapi, sabar ya jangan sampe kalian ngelangkahin si Yona, ntar dia nggak laku

