“Sudahlah nggak usah ribut, aku sudah cukup lelah dengan masalah yang bertumpuk. Mulai sekarang tidak ada lagi yang namanya investasi-investasi, Ma. Terus Agha minta kalian semua jangan boros, gunakan uang seperlunya, karena pengeluaran kita semakin membengkak,” ujar Agha mulai frustasi. Dia menjambak rambutnya sendiri. “Iya, Gha. Mama janji. Maafin Mama ya, jadi nyusahin kamu,” lirih Yurike tertunduk lesu. “Tapi, kamu bisa bantu Mama ‘kan Gha?” lanjutnya bertanya. “Udah tua bukannya tahu diri malah nyusahin,” gumam Nesa kesal. Beruntung tidak ada yang mendengarnya. “Nanti Agha bantu, Agha juga perlu pinjam uang ke kantor dulu, dari mana Agha dapat uang sebanyak itu kalau tidak pinjam,” keluh Agha tak bersemangat. “Ingat ya, Mas. Sebentar lagi aku juga mau bersalin. Kamu harus nyia

