Sarapan yang ditolak membuat Dita cukup gugup untuk membawa makan siangnya ke dalam kamar. Layaknya sedang mengikuti kontes memasak, rasa gugupnya seperti menyerahkan makanan kepada dewan juri. Langkah gadis itu pun cukup berat. Padahal yang ia bawa hanyalah sebuah nampan yang berisi sepiring nasi putih dengan udang balado di atasnya. Semangkuk kecil sayur bayam bening. Sepiring kecil potongan buah mangga, serta segelas air hangat. Dari ambang pintu kamar langkah Dita semakin berat saja. Melihat Vano dalam keadaan tidur. Ia merasa ragu apakah harus membangunkannya atau menunggu pria itu bangun sendiri. "Aku tidak tidur. Hanya sedang menutup mata dan memikirkan sesuatu," ucap Vano. Saat Dita berbalik dan memutuskan untuk menunggunya bangun. Tiba-tiba saja gadis itu bergidik ngeri ji

