Sebuah mobil menabrak pembatas jalan tentu saja menarik perhatian orang-orang yang sedang berlalu lalang di dekat kejadian, berhenti. Rasa ingin tahu mereka menuntun untuk mendekat dan mengitari mobil mewah berwarna hitam tersebut. Ada pula dari mereka yang mengetuk kaca mobil, untuk memastikan keadaan orang di dalamnya baik-baik saja. Terutama sang supir yang mengendarai mobil tersebut. Namun, niat baik orang-orang tersebut justru semakin memperparah keadaan Dita. Suara yang kini ia dengar bercampur aduk dengan suara yang ada di masa lalu. Sehingga bayangan itu semakin nyata. Pandangan Dita tidak lagi memperlihatkan dasbor mobil. Melainkan mobil yang ditumpangi kedua orang tuanya. Dengan darah segar yang menetes di sela-sela pintu mobil. "Ibu …," gumam Dita. Otaknya mengingat bagaim

