Berjalan di tengah keramaian, belum tentu mampu mengusir rasa sepi seseorang. Sama halnya yang dirasakan Dita. Meskipun kini ia berada di tengah keramaian, karena Luna memaksanya untuk makan siang diluar. Padahal ia sangat lelah dan kondisinya pun belum terlalu pulih. Jika diminta jujur, Dita lebih memilih makan mie instan di unit, daripada makan di restoran. Kondisinya yang kurang fit serta beban pikiran yang begitu banyak, membuat makanan apapun akan terasa hambar saat berada di mulutnya. "Setelah ini kalian berdua belanja. Mama tidak bisa menemaniku kalian berdua, karena ada urusan penting yang harus Mama selesaikan di kantor. Karena lusa adalah pelantikan Vano menjadi CEO di kantor," terang Luna. Seraya menyingkirkan piring bekas makan siangnya. "..., dan satu lagi. Kalian harus be

