Bab 39

1050 Kata

… Seminggu kemudian, Rara sudah berada di rumahnya. Bahkan, mual di pagi hari pun sudah menjadi kebiasaannya sekarang. Rara pun sangat kesulitan untuk memakan sesuatu, karena perutnya selalu saja menolak. Rara merasa kelelahan karena terus saja pergi ke kamar mandi, sang bunda menatapnya sedih dari kejauhan. Ia menangis dan ia sangat sedih melihat putrinya tengah meraung, menangis karena ia tak menginginkan keadaan ini. Lalu sang ayah pun datang, kali ini ia datang tak sendiri. Ia datang bersama seorang laki-laki yang akan di jodohkan dengannya. "Selamat, Pagi… Tante," sapanya pada Hana--- bunda Rara. "Pagi, nak Firman…" balas Hana pada Firman. "Apakah saya boleh masuk ke dalam?" Lalu, Hana pun mengangguk. Ia mempersilahkan Firman untuk masuk. "Assalamualaikum, Rara…" Rara yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN