Bab 38

1272 Kata

… Saat malam pun tiba, Rangga yang tertidur saat ia menemani Rara pun terbangun karena mendengar suara isak tangis. "Kenapa nangis, hm?" Rangga kembali bertanya lagi dengan lembut pada Rara saat ia baru saja membuka mata. "Kak Rangga.. udah bangun?" Rara berusaha untuk mengalihkan pembicaraan. "Sudah, kamu sudah bangun? Apa yang kamu rasa? Kamu ingin sesuatu?" Rangga memberondong Rara dengan rentetan pertanyaan. Rara hanya menggeleng kecil. "Maaf.." satu kata yang keluar dari mulut Rara dan membuat Rangga mengernyit bingung. "Untuk?" "Maaf, Rara udah bikin kak Rangga repot." "Nggak, jangan ngomong seperti itu." "Kak Rangga nungguin Rara dari kemarin sore?" Rangga tersenyum lembut dan mengangguk . "Mama, papa?" "Mereka aku suruh untuk pulang. Kasian mama dan papa kamu sudah k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN