Sesampainya di villa, Rangga di sambut oleh mang Diman dan bi Mirah. “Loh, den.. baru sampai?” tanya mang Diman pada Rangga, karena mereka sampai di waktu yang lebih lambat. “Iya, mang. Tadi sempat kejebak hujan , jadi bawa mobilnya pelan aja.” “Udah bang, kasian den Rangga sama pacarnya pasti capek, jangan di tanya dulu,” protes bi Mirah pada suaminya. Rangga hanya terkekeh mendengar protesan bi Mirah, terlebih lagi jika mereka mengira jika Rara adalah pacarnya. “Mang, bi.. minta tolong bawakan barang saya sama Rara masuk ya, Saya mau angkat Rara. Dia tidur soalnya,” ucap Rangga meminta tolong pada mang Diman dan bi Mirah. Rangga pun segera mengangkat tubuh Rara dan membawanya masuk. “Astaga, keliatannya aja kecil badan, tapi lumayan berat juga,” gumam Rangga saat menggendong tu

