Bab 17

1808 Kata

Setelah selesai makan, Rangga dan Rara pun duduk di balkon sambil melihat keindahan alam sekitar. Hari, kini sudah berganti dengan malam. Rara duduk di samping Rangga, dan Rangga terus saja mencuri-curi pandang pada Rara. Hingga, ia pun tersentak saat ia kedapatan sedang menatap wajah Rara. "Kak, kakak nggak apa-apa?" "Eh, nggak kok. Kak Rangga nggak apa-apa," Rangga pun mengusap tengkuknya yang tidak gatal karena gugup. "Kak, ternyata di sini enak ya suasananya. Nggak bising, lebih ke tenang." Ujar Rara memuji Susana malam disana. "Ya, kamu benar. Aku sering kesini jika aku sedang mendapatkan masalah," "Masalah apa tuh?" "Ya, seperti masalah pekerjaan, atau masalah hati," "Eh, hati?" Rangga pun mengangguk, tanpa menoleh pada Rara yang sedang menatapnya. "Kak Rangga punya pacar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN