Bab 24

1692 Kata

… Rangga menatap langit-langit kamarnya, ia tak pulang dari kantor. Ia dengan sengaja tidur disana, ingin menghirup sisa aroma tubuh Rara. Rara yang tadi siang tertidur di kamar itu. Ia masih dapat mencium bau harum Rara. Ia pun terus tersenyum, ia benar-benar sudah terlalu berani, dan hal ini hanya ia yang tahu. Ia sudah berani mencium bibir Rara meskipun itu hanya sekilas. Tapi, meskipun begitu, ia sudah merasa seperti terbang ke awan. Benar-benar sangat membuat ia seperti memiliki penyakit jantung. "Rara," gumam Rangga sembari tersenyum. Ia pun memeluk bantal yang sempat Rara pakai, dan ia mulai menganggap jika itu adalah Rara. "Gue pengen nikah sama dia, ya Allah… " gumam Rangga yang sudah semakin tergila-gila dengan Rara. Ia mencoba untuk mengirimkan pesan chat pada Rara, namun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN