Bab 48

1184 Kata

… Rara pun baru saja sampai di warung dekat gedung sekolah SMA-nya dulu. Rara merasa sangat senang, karena ia baru saja naik motor bersama dengan Tomo. Rara tersenyum lebar, ia merasa sangat bersemangat hari ini. “Assalamualaikum, bu…” “Waalaikumsalam,” pemilik warung pun menatap Rara dan Tomo dengan mata memicing. “Tomo?” “Iya, Bu…” “Neng Rara?” Rara pun tersenyum lebar, ia tak menyangka jika ibu warung masih mengingat wajahnya dengan baik. “Ibu masih ingat kami berdua ternyata,” “Ya Allah, ibu nggak pikun, udah pasti inget dong.” Rara dan Tomo pun terkekeh, lalu masuk mereka duduk di kursi sudut. “Ternyata masih sama ya, Tom.” “Hoh, gue kira bakalan beda, ternyata masih sama.” “Iya, gue nggak tau kenapa tiba-tiba mau kesini bareng lo,” “Ah, lo pengen nostalgia ya?” “Ya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN