… Saat tengah malam pun tiba, Rara pun kembali mual. Namun bedanya, ia tidur bersama sang kakak. Anton terbangun saat mendengar suara sang adik terus memuntahkan isi perutnya. "Ra, kamu nggak apa-apa?" Rara terlihat lemas dan duduk di dekat toilet, Anton yang khawatir pun segera membopongnya. "Kamu kalau ada apa-apa, bangunin kakak dong." Protes Antonn sewot pada sang adik. Mata Rara berkaca-kaca seketika Anton pun terkejut dengan respon sang adik, ia benar-benar panik saat sang adik sedang menangis di pangkuannya. "Kak Anton," "Maaf," "Kak," "Ya?" "Rara udah datang ke klinik aborsi," Anton jauh lebih terkejut saat mendengar ucapan Rara. "Ra, apa-apaan? Kenapa kamu kesana?" Rara pun menangis, "Rara datang kesana dengan kak Firman," "Astaghfirullah, Rara… kalian ini apa-ap

