Rangga pun berjalan kembali menuju ruang rawat Rara, ia benar-benar merasa sangat geram pada ayah Rara, namun ia menghargai usianya yang jauh lebih tua darinya. Terlebih lagi, Rangga pasti akan semakin kesulitan untuk mendapatkan Rara, jika sang ayah tak suka dengannya. Namun, ia kembali teringat dengan ucapannya. Hati-lah yang akan menjawabnya Rangga pun tersenyum mengingat ucapan itu, ia kembali melangkah menuju kamar ruang rawat Rara. Ia akan dengan mudah mendekati Rara, dan ia akan menggeser perlahan posisi laki-laki tengik itu. Rangga pun masuk ke dalam ruang rawat rara, ia dapat melihat dengan jelas, jika Anton menguasai rara, dan menjaganya agar tak di sentuh oleh laki-laki tengik itu. Rangga pun tersenyum sinis kea rah laki-laki itu, dan laki-laki itu hanya menatap Rangga d

