Bab 20

1245 Kata

… Sedangkan di sisi lain, Rara semakin membuat Firman merasa ilfeel padanya. Rara duduk dengan kaki yang naik ke atas kursi di café itu, dan lagi.. cara makannya seperti orang yang belum pernah makan makanan itu sebelumnya. “Maaf ya, kak. Aku lapar soalnya,” Ujar Rara berbicara dengan makanan yang penuh di dalam mulut, dan tak sedikit pula makanan yang menyembur mengenai wajah Firman. Firman mengusap wajahnya dengan tisu, ia memaksakan senyum pada rara. “Mohon maaf, Nona… bisakah anda memperbaiki cara duduk, dan juga cara makan anda,?” tanya seorang pelayan, yang menyampaikan keluhan salah satu pelanggan di café itu. “Maaf, saya sudah sangat lapar, Kak. Calon suami saya pun tidak mempermasalahkan itu, benar kan, kak?” tanya Rara lagi pada Firman, ia melihat dengan jelas, jika Firman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN