“Lets go!” Ben meluncur ke makam Utie, berdua dengan Smith yang membawa perasaan dongkol serta sakit hati karena Natalie. “Lupakan wanita itu, saya harus bertemu Nayla hari ini.” Ben berkata dingin, ia tak ingin kehilangan Nayla kembali. Nayla miliknya, dan tak seorang pun bisa merebut gadis itu darinya. Ben terlalu bersemangat, ia bahagia bukan kepalang saat mendnegar kabar bahwa Nayla tengah mengandung. Di sebuah pemakam yang luas, Ben dan Smith diam-diam memerhatikan lokasi makam Utie, di sana mereka menemukan Nayla dan Hadi duduk bersisian di depan makam Utie, sembari meletakkan buket bunga segar. Nayla memakan baju terusan panjang hingga mata kaki dan selendang warna hitam sama seperti wana pakaiannya. Di sampingnya Hadi tampak gagah menemani Nayla. memakai kemeja berwarna biru

