Bab. 72

1243 Kata

Satria menjambak rambutnya kuat-kuat, tubuhnya merosot di sofa beberapa menit setelah Nayla dan Hadi pergi meninggalkan rumahnya. Nayla sudah berubah, ia bukan gadis yang Satria kenal dulu. Gadis itu jauh lebih sulit ia gapai. “Uaargh!” Kaki Satria menendang kaki meja, gusar. Tanpa ia sadari, Saiman memerhatikannya sejak tadi. Kali ini, ia tidak digelayuti sang istri. “Jangan jadi pengecut, putra seorang jawara tak kenal rasa takut dan kecewa.” Ia berkacak pinggang di hadapan Satria. “Siapa gadis itu sebenarnya, kamu menyukainya, hah?” serbu Saiman, ia tahu persis bagaimana Satria, ia melihat sorot mata putranya saat memandang Nayla itu berbeda. Satria mencintai Nayla, dan perasaan itu tak pernah berubah. Satria menghentikan cengkramannya. Mengangkat wajah, tertawa getir. “Cewek tadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN