Seorang wanita muda berdiri di depan puing-puing sebuah bangunan yang rubuhkan. Bangunan rumah yang memiliki kenangan singkat tak terlupakan. Di dalam rumah itu, ia mendapatkan kasih sayang seorang wanita tua layaknya ibu kandung. Sekarang, rumah itu tak berbentuk. hancur. Berantakan. Seperti hatinya saat ini. Masih diingatnya nasihat-nasihat wanita tua itu padanya. Masih ingatnya pula kisah-kisah mengharukan perjalanan panjangnya yang banyak menghabiskan air mata derita. Namun dibalik semua kepedihan itu, terdapat kebaikan-kebaikan luar biasa. Wanita itu menemukan arti hidup yang sebenarnya. Mendapatkan cinta kasih dari seorang pria gagah yang selalu menjaganya. “Ayo, Nay. Sekarang udah sore, kita pulang, ya?” Nayla masih memaku di tempatnya berdiri. Seakan kakinya tak ingin mel

