Bab. 70

1215 Kata

Willona menunggu kedatangan seseorang dengan gelisah, ia mondar-mandir di teras rumah sambil menggigit ujung-ujung jarinya. Sudah hampir tiga puluh menit menunggu, sebuah motor besar memasuki halaman rumah. “Ben!” panggil Willona, sedikit panik. Ben turun dari motor, melepas helmnya dan meletakkannya di motor lalu menghampiri Willona dengan cepat. “Apa yang kamu katakan itu benar?” tanya Ben dengan napas tersengal. Ben sudah melakukan perjalanan singkat menggunakan motornya dengan kecepatan tinggi. Ia berhasil menempuh setengahnya dari waktu yang seharusnya. Willona hampir menangis saat mengatakannya, ia mengaku bersalah. Ia merasa menyesal. Secarik kertas di tangan Willona ia berikan kepada Ben. Surat dari Nayla, gadis itu menuliskan sesuatu di sana. Awalnya Ben tidak mengerti, namu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN