Bab. 69

1287 Kata

    Di bawah terik sinar matahari, Ben melajukan motornya kencang membelah jalanan. Tiga puluh menit, akhirnya ia berhasil sampai di sebuah rumah sakit ternama untuk bertemu dengan Nessa. Istri sahabatnya itu mengatakan, Sam masih belum ada perubahan. Dan kini, kondisi kesehatan Sam memburuk, meski sudah ditangani secara intensif. Di rumah sakit ada Ahmad dan juga putranya, Nessa yang juga ditemani oleh salah satu saudaranya. Saat melihat Ben datang, Nessa segera memeluknya, lalu menangis dalam dekapan Ben. Lama. Ben mengusap bahu Nessa lembut, berusaha membuatnya nyaman dan tenang. Sementara Ahmad dan Umar duduk di kursi dengan wajah tertunduk. “Plis, jangan banyak menangis, Nes. Saya ada di sini. Ada untukmu, ada untuk kalian semua. Apa boleh saya melihat Sam sekarang?” tanya Ben, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN