Yasmin mengangguk. Brankar yang didorong beberapa suster, membawa gadis itu masuk ke dalam ruang operasi sehingga Abi tak lagi bisa mengikuti. Pria itu terpaksa menunggu di luar. Waktu seakan berjalan begitu lambat. Abi begitu cemas berjalan mondar-mandir di depan pintu. Semakin lama, waktu kian menyikksa. "Pak!" Seorang suster keluar tanpa ia sadari. "Eh, bagaimana dengan istri Saya, sus?" Abi mendekat. "Ibu bayinya, alhamdulillah sehat." "Bayinya?" Pria indo itu nampak cemas. "Bayinya hampir kehabisan oksigen, tapi untung selamat. Sekarang ada di inkubator. Mari, Pak, ikut Saya." Abi lega. "Alhamdulillah." Ia mulai bisa tersenyum. Pria itu kemudian mengikuti sang suster pergi. Di sebuah ruangan, ada beberapa bayi yang diletakkan di inkubator tapi Abi langsung tahu yang mana
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


