Clarissa kembali menegakkan kepala. Tak lama terdengar azan magrib. Keduanya bersiap dan masuk ke dalam rumah. **** Yasmin membuka mulutnya dan Abi menyuapi. Kakinya bergoyang-goyang di dalam selimut. "Kenapa makan di kamar sih, 'kan nanti kotor. Kenapa gak di meja makan aja?" Pria itu, penasaran. "Gak enak, Mas. Semua ngeliatin wajah aku. Iya, aku jelek! Iya, aku gendut, tapi gak usah juga harus ngeliatin kayak gitu!" adu gadis cantik yang makin tampak dewasa ketika ia gemuk itu. Abi tersenyum lebar mendengarnya. "Kayak gimana, Sayang ...." Pria itu mencolek hidung bangir istrinya dengan dengan gemas. Memang wajah gadis itu mulai terlihat bulat sejak memasuki bulan ke tujuh. Sekarang dengan perut besar di bulan yang hampir memasuki bulan ke sembilan membuat Yasmin malu ke mana-

