44. Isi

1188 Kata

Clarissa melirik suaminya, dan bicara pelan-pelan. "A-aku mau ini. Pesanan saja." Melihat gelagatnya yang aneh, Abi akhirnya mengiyakan. "Baiklah." Setelah pelayan itu pergi, barulah Clarissa bicara setengah berbisik. "Aku 'kan tidak bisa memecahkan piring hanya karena piring mereka sudah tidak bisa dipakai lagi." Abi baru ingat, untuk menghindari orang lain tertular HIV, piring dan semua alat makan bekas Clarissa di rumah dibuang. Pakaiannya juga dicuci di mesin cuci yang khusus untuknya. "Oh, maaf. Aku lupa." Ketika makanan dihidangkan, giliran Yasmin yang bermasalah. Ia seperti enggan makan. "Yasmin, kamu kenapa?" Abi meliriknya dengan garpu yang sudah terangkat. Yasmin menutup mulutnya. "Menciuum bau keju, rasanya ingin muntah." "Apa?" Sebelum tahu apa yang terjadi, gadis it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN