43. Nenek Enri

1176 Kata

"Nanti aja, aku mau tidur dulu. Gak enak tidur di rumah sakit, gak seenak ranjang sendiri. Ah ...." Abi membaringkan tubuhnya di ranjang. Sebentar kemudian pria itu sudah tertidur. Tinggal Yasmin yang merengut karena sudah rapi berpakaian. Ia malas menemani orang tidur, jadi ia keluar dan masuk ke kamar Enri. "Mama?" Si kecil terkejut. Ia berdiri. Sejak Yasmin datang ke rumah itu, Enri makan banyak dan tubuhnya mulai tinggi. Bocah itu mendatangi Yasmin. "Mama gak jadi ke kantor?" Yasmin menggeleng. "Papi baru pulang dan langsung tidur. Mungkin nanti agak siangan." Ia mengusap rambut Enri yang hitam. "Rambutmu sudah mulai panjang. Nanti kita pergi ke mal potong rambut ya." "Iya. Ayo, Ma. Temani Enri main!" Bocah itu menarik tangan Yasmin. Melihat itu Indah mengundurkan diri dan pergi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN