"Clarissa." Wanita itu terkejut. Ia segera menghapus air matanya. "Kau tidak apa-apa?" Terdengar langkah kaki mendatangi ranjang. Clarissa yang tengah memunggungi sofa, terdiam, panik dan tak berani menoleh. "Kau menangis?" Wanita itu hanya diam. Ia malu mengakui dirinya lemah. Dirasakannya selimut miliknya dirapikan dan ditarik ke atas. Pria itu kemudian berbalik dan terdiam sesaat. "Maaf. Aku tak bermaksud menamparmu tadi. Aku minta maaf." Clarissa langsung terduduk." Enak saja kamu bilang maaf! Kamu tidak tahu rasanya jadi aku! Kamu enak, bisa bekerja dan menikah lagi, tapi aku ... ketahuan pacaran saja, Ayah sudah membawa pacarku entah ke mana ...!" Abi memutar tubuhnya menghadap Clarissa. "Itu karena kamu menolakku." "Memangnya kamu mencintaiku?!" Clarissa dengan mata lebar

