Kini Seno yang bingung harus bagaimana. Ia belum pernah menampar Clarissa, tapi apa yang dilakukan Abi mungkin sudah puncak dari kemarahannya. Kalau yang menampar Clarissa orang lain mungkin dia akan marah dan menyuruh orang lain untuk membunnuhnya seperti yang ia lakukan pada pacar-pacar Clarissa sebelumnya, tapi tidak dengan Abi. Ini yang membuat dilema. Ia membutuhkan Abi karena hanya pria itu yang bisa menjadi tempat ia berbagi beban. Hanya Abi dan takkan tergantikan. "Abi ... jangan kasar dengan istri. Ayah 'kan tidak pernah kasar dengan Yasmin." Abi melirik mertuanya dengan dahi berkerut. "Jadi Ayah mengancamku?" "Eh, bukan begitu ...." "Kalau sudah mengancam Yasmin, aku pergi ...." "Abi, tunggu ...." Namun terlambat. Abi membuka pintu dan pergi. Seno berusaha mengejar. Ia

