33. Curiga

1174 Kata

Terlihat kedua kepalan tangan Bagas bergetar karena kesal tak bisa menjawab ucapan Gio. Pada akhirnya ia melengos ke samping dan meninjju telapak tangannya sendiri sambil mendengus kasar. Melihat itu Gio malas melanjutkan. "Kalau begitu, sebaik kamu pulang saja. Sudah malam. Hati-hati di jalan ya. Kau tau jalan keluar, 'kan? Atau mau ku antar sampai keluar?" Gio beranjak berdiri. "Assalamualaikum." Pria itu bergegas berdiri dan meninggalkan tempat itu dengan wajah masam. "Waalaikumsalam." Gio melihat sepupunya itu pergi sambil menggeleng-gelengkan kepala. Kae datang mendekat. Ia mendengar percakapan Gio dengan sepupunya dari meja makan. "Kenapa kau jual tanpa memberi pengumuman apa pun pada karyawan di sana, Gio?" Gio menoleh. "Untuk apa. Toh mereka tidak mengenal aku. Kalau aku m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN