Abi melirik Clarissa yang tampak angkuh di sampingnya. Bagaimana mungkin? Kalau saja Clarissa bisa sedikit ramah, mungkin ia akan mempertimbangkannya, tapi tidak. Dari mulut Clarissa sendiri yang bilang bahwa ia ingin bercerai. Bagaimana mungkin memaksa Clarissa menerima dirinya sedang wanita itu membencinya? "Ayah ...." Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dan masuk dengan membawa dua cangkir teh hangat. Teh itu diletakkan di depan Clarissa dan Abi, hingga ucapan Abi jadi terjeda sampai orang itu keluar lagi dari tempat itu. "Bagiku ini sudah final. Clarissa sudah mengatakannya dengan jelas, apa yang diinginkannya dan terus terang tidak ada satu pun hal yang membuat aku, ingin bertahan. Aku rasa, bagi kami berdua, pernikahan ini sudah tak nyaman lagi." Seno mengangguk-anggukkan kepala m

