25. Marah

1178 Kata

Yasmin memperhatikan suaminya. Setiap ia datang, ada saja kesibukan Abi seakan ia tak punya waktu untuk dirinya. Di rumah pun sama. Segera tidur dan tidak lagi mengobrol dengannya menjelang tidur. Ada apa dengannya? Wajahnya juga belakangan tampak seperti menyimpan sesuatu. Adakah suaminya punya masalah baru yang tidak ia ketahui? "Mas gak capek kerja terus?" "Mmh?" Abi melirik istrinya lewat sudut matanya. "Ini udah Sabtu tapi Mas masih kerja. Besok aku mau pergi jalan-jalan sama temen-temen lho, Mas!" Abi kembali mengalihkan pandangan ke arah berkas-berkas yang ada di atas meja, tapi ia sendiri sulit menelan ludah. "Pergilah ...." "Yang bener, Mas? Aku boleh pergi?" tanya gadis itu sekali lagi. Mereka sekarang jarang menghabiskan waktu bersama, tapi suaminya sepertinya tak peduli.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN