"Mmh." Kae merasakan pelukan hangat anak perempuannya. Tentu saja, ia akan terus mendoakan agar anak-anaknya semua mendapatkan kebahagiaan. "Sudahlah, Mama. Jangan terlalu banyak berpikir." Lily melepas pelukan. Ia takut penyakit ibunya kambuh dan tiba-tiba pingsan. Lily sudah dititipkan pesan oleh almarhum ayahnya agar jangan membiarkan ibu mereka banyak pikiran karena sang ibu bisa setiap saat pingsan dan itu sangat berbahaya untuknya. Sang ibu memang baru kehilangan ayah mereka. Pasti berat awalnya menjalani segala sesuatunya sendirian. "Mama tidur saja, ya. Sudah malam." Kae mengangguk. Ia kemudian masuk ke dalam selimut. "Besok kita menginap di rumah Gio saja. Di sana lebih nyaman karena rumah kita sendiri," ajak Lily. Ia juga masuk ke dalam selimut mengikuti sang ibu. Kae mera

