Yasmin mendekat. "Aku baru dapet." Ia merapikan kerah baju suaminya. "Dapat apa?" Abi berpikir sebentar, tapi kemudian mengerti. "Oh, sudah lancar haidnya." Wajah gadis itu tampak berseri-seri. Spontan karena senang, Abi melingkarkan tangannya pada pinggang ramping sang istri. Seketika Yasmin menghentikan tangannya karena terkejut. Abi menyadari hingga melepas rangkulannya. "Eh, maaf." Sesaat Yasmin diam membeku. "Eh, tidak. Tidak terbiasa saja." Ia kembali merapikan kerah baju Abi. Tampaknya ia memaksakan diri karena wajahnya terlihat tegang. Abi bingung dengan perkataan istrinya. 'Maksudnya apa? Apa aku boleh menyentuh pinggangnya lagi?' Pria itu mencobanya. Dengan pelan merangkul pinggang sang istri dan gadis itu bergeming. Abi terus menariknya hingga tubuh mereka saling menempe

