"Maaf, Pak. Sebaiknya Anda ikut kami. Kami tidak berniat jahat, jadi ikut saja." "Tapi bagaimana aku yakin kalau kalian tidak akan melukaiku?" "Mmh, kalau itu Anda tidak punya pilihan." Gio mendesah pelan. Ia terpaksa mengikuti ke mana dirinya dibawa. Sebuah perjalanan panjang seperti lorong kemudian ia merasa sedang dimasukkan ke dalam mobil. Di kanan kirinya ada orang jadi ia tak mungkin kabur. Selama perjalanan ia berpikir, akan dibawa ke mana dirinya? Kalau tidak membunnuh dan membuangnya, ia akan dibawa ke mana? Setelah beberapa saat berlalu, ia merasa mobil memasuki tempat gelap. Gio tahu dari bayangan di kain yang menutup matanya tiba-tiba gelap. Pria itu sedikit cemas. Apalagi ketika mobil berhenti. Penutup matanya dibuka. Seorang pria muda yang duduk di depan menoleh ke b

