29. Kepergian

1189 Kata

Suster menggeleng. "Kankernya sudah menyebar ke mana-mana. Temani saja dia di saat-saat terakhirnya dan jangan membebaninya dengan masalah yang sulit." "Baik, Sus." Rombongan suster itu pun pergi. Di ruangan itu masih ada sang pengacara dan bodyguard Radit. Gio mendatangi pengacara itu dan langsung bertanya. "Jadi apa kau tahu siapa ibuku?" "Ibumu ... maaf aku tidak tahu." "Apa?" Gio terkejut. "Kenapa?" "Pak Radit dulu pernah menikah, tapi karena sebuah kecelakaan, anak dan istrinya meninggal. Dia sendiri kakinya lumpuh." "Apa?" Gio terperangah. Kenapa misteri hidupnya semakin lama semakin kabur saja. Ia bahkan bingung kenapa cerita hidupnya semakin membingungkan. "Jadi ibuku ...." "Pak Radit tak pernah cerita soal lain, jadi kemungkinan besar, dia dan ibumu tidak pernah menikah."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN