Cantik-cantik kok sadis

1143 Kata
Sebenarnya, tidak ada yang tidak tau akan perasaan Hyra pada sosok Egi. Hyra yang sangat tergila-gila pada kakak kelass ini jelas sekali terlihat. Karena hampir setiap hari dia berusaha menaklukan hati kakak kelas yang dingin ini. Tak mengenal putus asa, Hyra selalu berusaha meluluhkan hati dari sahabat kakak-kakaknya. Walau tak sedikit pula yang membujuknya untuk berpaling pada lelaki yang jelas tergila-gila pada dirinya. Tapi, tidak ada yang tau jika hanya Egi saja yang mampu membuat Hyra berpaling dari buku-buku pelajaran yang semakin membuat gila para pelajar. Jam pelajaran selanjutnya sudah di mulai, Hyra bahkan tak sekali pun mengingat sosok Egi selama pelajaran berlangsug. Dia sangat menguasai pelajaran yang di terangkan oleh guru di depan. Walau dia sudah tau dan hafal di luar kepalanya, Hyra tetap sopan dan tenang mengikuti pelajarannya. Ini semua dia lakukan demi memberi muka pada kedua kakaknya. “Hyra, kamu bawa baju olah raga? Hari ini ada pertandingan renang antar kelas, maunya aku ikut tapi sayangnya aku datang bulan. Apa kamu bia gantiin aku?” lagi-lagi teman yang duduk di depannya mengajaknya berbicara. Mungkin dia saja gadis di kelas Hyra yang tak memiliki rasa iri padanya. Lisa, gadis yang memiliki paras biasa saja seperti gadis pintar lainnya. Berkacamata dan rambut klimisnya menunjukkan betapa pintar dia. “Hmm, ya aku gantiin. Memangnya lawan kelas mana?” tanya Hyra. “Kelas Yuna, IPS 5. Tapi bukan Yuna kok yang kamu lawan.” kata Lisa tak ingin membuat Hyra mundur menggantikan dirinya. “Mau lawan Yuna juga tidak masalah.” Jawaban Hyra membuat Lisa tenang. Dia dan Hyra memiliki selisih umur satu tahun lebih muda Hyra. Namun pertemanan mereka tidak terpengaruh akan hal itu. Hyra memiliki body yang sangat aduhai. Tapi sayangnya dia hampir tidak mau menunjukkan itu pada teman-temannya di sekolah. Itu karena Hyra juga risih jika ddi pandang hanya karena bodinya saja. Dengan wajah yang selalu di eluh-eluhkan oleh teman-temannya saja, Hyra sedikit risih. Apalagi dengan mereka melihat tubuhnya yang molek? Tapi sayangnya, pada saat ini tubuh mulus dan seksi Hyra harus debut. Lomba renang di adakan di dalam ruangan yang terdapat kolam renang. Jelas lah. Hyra tak menyangka jika lomba kali ini di saksikan hampir satu sekolahan. Tidak terkecuali kedua kakak dan dua sahabatnya juga hadir menyaksikan pertandingan. “Otak mereka itu apa sih isinya? Dengan datang ke sini, apa yang mereka cari? Astaga, aku tidak bisa berpikir dengan kelakuan mereka.” kata Hyra menggerutu dari tempat yang di sediakan oleh panitia untuk para peserta lomba renang. Keempat orang itu sebelumnya tidak pernah tau siapa saja peserta lomba sebelumnya. Tapi, mereka kaget setelah mendengar satu nama yang di panggil oleh panitia untuk bersap memasuki sisi kolam. “Baiklah silakan menempati posisi. Linda kelas sebelas IPS 1, di susul Yuna IPS 5, Monika IPA 3 dan paling ujung, Hyra dari IPA 1….” Perkataan panita yang lain tidak di dengar oleh keempat orang itu. Mereka lebih terpaku pada sosok gadis di paling ujung. Selama ini, Hyra bahkan tidak menunjukkan diri bisa berenang. Atas dasar apa dia mengikuti lomba ini? Apa dia mau bunuh diri atau mau membuat dirinya jelek di hadapan para fansnya? Tapi tunggu, sepertinya bikini yang Hyra gunakan ini malah membuat para fansnya. “Cari perkara!” inilah kata si kembar bersamaan. Tapi mereka bisa apa? Hyra sudah masuk ke dalam kolam renang dan memulai pertandingan. Dengan tatapan tajam yang hanya tertuju pada Hyra, si kembar tak ingin adik tersayangnya ini terjadi apa-apa. Hal yang sama di lakukan oleh Egi. Orang yang memiliki ego yang sangat tinggi ini ternyata juga memiliki kekhawatiran yang sama dengan kedua sahabatnya. Berbeda dengan Egi, Thomas malah terpesona oleh penampilan Hyra yang menunjukkan betapa molek dirinya. Keturunan cassanova memang tak pernah membuang kesempatan jika melihat wajah cantik dan penampilan yang menggoda. “Gila, bodi Hyra ternyata sangat hot sekali.” mendengar ucapan yang tak pantas itu, Egi dan dua sahabatnya langsung memberikan tatapan sinis pada Thomas. “Tutup mulutmu atau aku sobek!” kata Andra dalam mode seriusnya. “Santai brother, aku tak segila itu sampai mau sama menggilai adik sendiri.” Perkataan Thomas bisa di terima sehingga tatapan kembali pada sosok Hyra yang tengah berjuang mempertahankan statusnya sebagai primadona sekolah. Wanita pertama yang memiliki segudang prestasi dan wajah cantik. Tepat di lap terakhir, Hyra mampu meraih kemenangan di anatar ketiga teman lainnya. Yuna, orang yang selama ini dekat dengannya merasa tidak suka. Jika saja dia melawan Lisa, sudah bisa di pastikan jika dirinya yang menang. Tapi, kenapa malah berubah menjadi melawan Hyra? Yuna merasa tidak suka, namun dia tidak bisa menunjukkan itu. Biar bagaimana pun juga, semua orang taunya dia dengan Hyra adalah sahabat. Yuna mengajaknya ke tengah lapangan untuk memberikan sebuah penghormatan bagi teman-teman lainnya yang mendukung mereka menjadi juara pertama dan kedua. Tiba-tiba kaki Hyra kram di tengah kolam dengan kedalaman dua meter. “Aaarrggg.” teriak Hyra membuat seisi ruangankhawatir. Sedangkan Yuna yang ada di dekatnya hanya diam saja. Andra dan Zein berlari melombati beberapa teman yang duduk di tribun. Namun, pada saat Zein hendak melompat ke kolam renang. Dia di hentikan oleh adik kembarnya. “Apa kau gila!” “Biar dua, Hyra pasti akan bahagia.” Andra menunjukkan sosok sahabatnya yang lebih dulu menceburkan diri untuk menolong adiknya. Zein kaget, bukankah Egi selalu berkata kasar pada adiknya? Dia juga tidak segan menunjukkan rasa tidak ssukanya pada Hyra. Lantas, kenapa dia mau bersusah payan untuk melompat ke dalam kolam demi menyelamatkan adiknya? “Dasar munafik!” Zein menertawakan sahabatnya yang ternyata memunafikkan diri selama ini. “Memang.” Andra dan Zein memutuskan menunggu di atas kolam, mereka tidak ingin membuat usaha sahabatnya sia-sia. Benar saja, tak berapa lama Egi sudah kembali ke permukaan dengan membawa Hyra yang meringis kesakitan sambil memeluk leher Egi agar tak kembali tenggelam. Andra menolong Hyra kala sudah mau nak ke atas kolam di bantu dengan Zein. “Apa yang kamu dapet sekarang? Sakit, kan?” omel Zein sembari menolong adiknya. “Apa yang kalian cari di sini? Bahkan kalian tidak melihat aku jadi pemenang?” Protes Hyra karena perjuangannya tidak di hargai oleh kakaknya. “Kami….” “Kamu juga kak Egi, otakmu kemasukan sabun cuci piring, ya? Sampai ikut manusia laknat ini? Heran sekali aku. Kurang apa aku kak? Aku sudah begini, tetap aja nggak kamu tengok. Apa mau lihat yang rata seperti mereka? Aduh, sayangnya aku lebih segalanya dari mereka!” bukan cuma kedua kakaknya yang kena semprot, tapi Egi juga tidak bisa lari dari ocehan Hyra. Menatap ke atass tribun, Hyra melihat sosok yang di duga sebagai dalang kehadiran mereka bertiga ke kelas renang ini. “Thomas, aku tidak akan melepaskanmu!” Thomas pun yang mendapat ancaman itu pun merasatakut sendiri. Dia harus segera melarikan diri dan mencari tempat yang aman untuk bersembunyi. Hyra ini sangat menakutkan bagi Thomas. “Cantik-cantik kok sadis!” kata Thomas sebelum melarikan diri menjauh dari pandangan Hyra. Karena, jika tidak, dia pasti akan menjadi dendeng.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN