Part 12: Membuka Hati

823 Kata
Selama satu tahun ini banyak yang berusaha dekat dengan Nayla. Mulai dari polisi, pengusaha hingga pejabat negara tapi Nayla tidak pernah menanggapi mereka semua. Mereka semua adalah pasien Nayla di klinik. Mereka tidak peduli dengan status Nayla yang notabene seorang janda. Mereka mengira Nayla masih gadis karena tidak ada perubahan bentuk tubuh. Hingga ia merasa jengah dan memutuskan resign. Alasan lainnya karena ia mau fokus mengurus yayasan dan lebih banyak waktu dengan anak-anak di rumah. Seperti saat ini Fauzan mengajak anak-anaknya pergi ke Kebun Binatang Ragunan. Menurut Nayla, Fauzan merupakan pria yang baik dan penyayang. Sebenarnya Nayla takut jika dekat dengan adik iparnya ini. Karena wajah Fauzan mengingatkannya dengan mantan suaminya-Ridwan. Juga perhatian Fauzan selama ini membuat dirinya bingung. Nayla takut perasaanya pada Fauzan berubah menjadi cinta. Fauzan adalah adik iparnya. Berulang kali Nayla mengingat akan status Fauzan. "Nay ngelamun aja" ucap Fauzan yang sedari tadi mengamati Nayla. Nayla berdehem salah tingkah terpergok fauzan sedang melamun "gak kok mas" kata Nayla. Danar dan Mira sedang melihat gajah yang diberi makan sang pawang. Mira sangat antusias dan berkali-kali menjulurkan tangan untuk melihat dari dekat. Fauzan yang tau dengan sigap segera mengendong Mira. "Yah yah ndong" celoteh Mira. Selama ini Mira menganggap Fauzan ayahnya. Ia kehilangan sosok ayah kandungnya saat bayi jadi ia belum mengerti kalau ayahnya sudah meninggal. " Sini ayah gendong, Mira mau lihat gajah dari dekat?" Bayi dua tahun itu menganggukkan kepalanya. Nayla tersenyum melihat kedekatan Fauzan dengan Mira. "Maaf ya mas, Mira panggil kamu ayah" kata Nayla. Ia tidak enak hati karena Fauzan kan pamannya bukan ayahnya. "Gak apa,aku malah senang kok lagipula aku menanggap mereka anak aku " jawab Fauzan. "Aku menyayangi mereka tulus jadi bagaimanapun panggilan mereka ke aku, aku terima Nay" lanjut Fauzan sambil menoleh kearah Nayla. Mereka berempat seperti sebuah keluarga kecil yang lengkap dan bahagia. Fauzan mendorong stroller Danar sedangkan Nayla mendorong stroller Mira. " Mas kita duduk disini aja ya, aku gelar tikar dulu buat makan bekal kita" pinta Nayla. Nayla memang sengaja membawa bekal untuk mereka. Anak-anaknya paling suka kegiatan outdoor. Fauzan dengan sigap merebut tikar yang dipegang Nayla dan membantu menggelarnya. "Ini mas" Nayla menyerahkan piring berisi nasi, lauk dan sayur untuk Fauzan. Fauzan segera menerimanya "Makasih Nay"kata Fauzan. Setelah puas berkeliling akhirnya mereka pulang. Sampai rumah ternyata sudah hampir Maghrib. Anak-anaknya sudah tertidur dan terlihat lelah. "Mas, kamu sholat dulu aja disini, habis itu aku siapin makan sebelum kamu pulang" ucap Nayla. Fauzan hanya mengangguk dan mengiyakan saja. Dimeja makan mereka tidak banyak bicara. Hanya sibuk dengan makanan masing-masing. Akhirnya Nayla membuka suara "Makasih ya mas udah ajak anak-anak pergi hari ini, kamu pasti capek" "Gak kok Nay, aku gak capek, aku justru senang, sekalian refreshing masak kerja terus" balas Fauzan jujur. "Nay, ada yang mau aku omongin sama kamu" ucap Fauzan serius. "Apa mas?" Jujur saja Nayla penasaran. "Maukah kamu menikah denganku?"kata Fauzan. Nayla tersentak kaget "Mas pasti bercanda kan?" Fauzan memandangnya tajam "apa aku kelihatan sedang bercanda?" Nayla menatap Fauzan. Mencari kebohongan di matanya tapi sayang sekali tidak ada kebohongan di mata coklatnya tersebut. "Kenapa aku mas?" Tanya Nayla kemudian. "Karena aku cinta kamu" jawab Fauzan mantap dan yakin. Nayla kaget dengan jawaban Fauzan. Cinta? Sejak kapan Fauzan mencintainya? "Mas, aku ini janda" ucap Nayla yang mengingatkan statusnya. "Terus kenapa kalau kamu janda? Apa yang salah dengan status janda kamu" Balas Fauzan. Nayla meletakkan sendoknya dan menatap Fauzan lekat. "Mas kamu itu kan belum pernah menikah apa sebaiknya kamu juga mencari perempuan yang belum pernah menikah juga" Nayla masih berusaha mengubah pikiran Fauzan. "Sekarang aku tanya sama kamu apakah ada aturan yang mengatakan kalau laki-laki yang belum pernah menikah harus dengan perempuan yang belum pernah menikah pula?" Nayla hanya diam tidak tau harus menjawab apa. "Tahukah kamu kalau rosullullah menikahi Khadijah yang berstatus janda?" "Mas,intinya kamu hanya kasihan sama aku aja makanya kamu ngomong gitu kan? Lagi pula kamu itu adik ipar aku?" Kata Nayla mengingatkan status mereka. "Mantan adik ipar kalau kamu lupa" jawab Fauzan cepat."Mas Ridwan sudah meninggal dan kita sudah tidak ada hubungan kakak atau adik ipar jadi sah sah saja kalau kita menikah". Nayla tidak mengerti jalan pikiran Fauzan."Mas kamu itu masih muda,tampan dan berkecukupan banyak gadis yang mau sama kamu" "Memang benar banyak gadis yang mau sama aku,tapi aku gak mau sama mereka, aku maunya sama kamu, Hanya kamu Nay" jawab Fauzan. Nayla menatap Fauzan sekilas dan segera membuang pandangannya "Aku gak bisa mas, maaf" menurut Nayla ini terlalu cepat. Mereka memang cukup dekat selama satu tahun ini. Tapi.. Bagaimana pendapat orang-orang yang mengatakan kalau adik ipar menikahi janda kakak iparnya? "Mungkin kamu masih butuh banyak berpikir, jangan buru-buru. Pikirkan anak-anak dan juga pikirkan perasaanku. Take your time Nay. Aku bakalan nunggu kamu". Setelah mengatakannya Fauzan bangkit dari kursi makan dan menatap Nayla. "Aku pamit Nay satu hal yang harus kamu tau kalau aku cinta dan sayang sama kamu" seperti Dejavu ia mengingat kalimat yang sama yang diucapkan Ridwan sebelum ia meninggalkan Nayla untuk selamanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN