Kembar Tapi Beda - 77

1152 Kata

Buk! "Astaga! M—maaf, maafkan saya, Tuan." Indra yang terlalu sibuk memandangi amplop coklat dalam pelukannya terus menundukkan kepala, hingga tak fokus berjalan dan akhirnya menabrak seseorang.  Meminta maaf sambil lalu, pria paruh baya itu tak menghentikan langkah. Dengan senyuman lebar yang terus terpatri di bibirnya. Suasana hatinya sedang sangat baik hari ini. Jadi ia tak sungkan meminta maaf karena memang dia yang salah. Berbeda jika suasana hatinya sedang buruk. Tak peduli jika dirinya yang salah sekali pun, Indra tak akan segan mencari keributan alih-alih meminta maaf. Setidaknya, itu bisa menjadi pelampiasan kekesalannya. Sementara itu, Argi yang bahunya tadi disenggol Indra yang tergesa-gesa, hanya mengerutkan kening. Memperhatikan punggung pria paruh baya yang kini berlalu pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN