Dewa mengerjap-ngerjapkan mata, berusaha menyesuaikan pandangannya yang masih tampak memburam. Menggeliat di atas tempat tidur sembari menguap beberapa kali. Pria itu mengela napas panjang. Mengusap wajah dan menatap langit-langit kamar dengan posisi yang sudah terlentang. Tangan kanannya meraba sisi tempat tidur yang kini selalu di tempati seseorang. Sayangnya, kali ini kening Dewa mengernyit, saat tak mendapati siapa pun di sana. Menolehkan wajah, ia kebingungan karena seingatnya, tadi malam masih memeluk nyaman sosok di sampingnya itu. Tapi, kemana istrinya sekarang pergi? Toilet? Ya, sepertinya itu tempat yang Rhea tuju. Terlebih, sewaktu melihat penunjuk waktu yang menggantung di dinding kamar hotel yang mereka tempati. Masih menunjukkan pukul empat pagi. Usai merayakan tahun bar

