Kembar Tapi Beda - 63

1662 Kata

Ranu mengaduk cangkirnya dengan tatapan menerawang. Apa yang terjadi tadi siang sewaktu di supermarket, ternyata masih terus bercokol dikepala dan mengusik ketenangannya. Benar-benar menyebalkan! Meski berusaha menyibukkan diri sedari pulang dari supermarket. Kadang, kilasan akan pertemuannya dengan orang-orang dari masa lalu membuat Ranu terseret dalam lamunan. Sibuk melamun, membuat Ranu tak fokus pada keadaan sekitar. Seperti sekarang, tubuhnya berjengit saat suara Nini tertangkap pendengaran. "Nona, Anda baik-baik saja?" Berdeham untuk meluruhkan rasa canggung, Ranu mengangguk kaku. "Ya, tentu saja, kenapa memangnya?" Nini meringis, tampak ragu untuk bicara. Meski sekarang nona mudanya tak mudah marah. Tetap saja, ia tak bisa berkata seenaknya dan memilah kata-kata yang sekiranya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN