Kembar Tapi Beda -103

2172 Kata

"KAMU NGAPAIN?!" "Astaga!" Ranu berjengit, saat suara keras Dewa mengejutkannya. Dia baru saja berniat keluar dari kamar untuk membersihkan mangkuk kotor bekasnya tadi makan bubur kacang hijau. "Mas sudah pulang?" "Kamu ngapain? Itu bawa apa? Astaga ... Nanti kamu capek, sini aku yang bawa." Mengambil alih mangkuk dari tangan Ranu, Dewa berdecak kesal. "Mas, aku cuma bawa mangkuk. Bukan karung beras. Jangan berlebihan." "Tetap saja Sayang. Ini kamu pasti mau turun ke bawah kan? Itu bikin capek karena harus turun-naik tangga. Panggil aja asisten rumah tangga buat minta tolong bawakan ke bawah." "Mas, cuma mangkuk. Masa gitu aja harus nyusahin orang, sih?" Ranu lama-lama kesal dengan sikap Dewa yang terlalu berlebihan. Hanya karena membawa mangkuk, pria itu mengomel. Mengela napas, Dew

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN