Embusan napas pria asing, yang masih memeluk erat pinggangnya dari belakang. Menerpa leher jenjang Ranu hingga terasa meremang. Mengantarkan rasa takut yang menjamah sekujur tubuh. "Akhir-akhir ini, lo makin sulit dihubungi. Apalagi ditemui." Nada kesal tertangkap pendengaran Ranu dengan jelas. Terlebih, pria itu seolah sengaja mengatakannya tepat di telinga kanannya. "Honey ...." Panggilnya, yang kali ini lebih lembut, sembari meletakkan dagu dibahu Ranu. Membuat gadis itu menahan rasa geli di tengah tubuhnya yang masih terkungkung pria asing yang tiba-tiba datang tanpa diketahui. Apa mungkin ... Pria itu mabuk? Sedari tadi, terus meracau seolah tengah merajuk pada kekasihnya yang sulit ditemui. Astaga, bagaimana jika dugaan Ranu benar? Apa yang harus dilakukannya sekarang? Menginga

