Kembar Tapi Beda - 99

2135 Kata

Dewa meringis, meja makan yang penuh makanan, kini layaknya area peperangan. Dua wanita yang satu meja dengannya masih saling menatap penuh penilaian satu sama lain. "Suap!" Ranu yang tiba-tiba saja bersuara membuat Dewa mengerjap. Tanpa mengalihkan adu tatapnya dengan Santi. Mungkin, karena tak mendapat respon dari pria yang duduk di sebelahnya. Ranu akhirnya memutuskan kontak mata dengan Santi dan menolehkan kepala kearah Dewa yang tampak kebingungan. Memandangnya dengan raut tanya. "Nggak mau?!" Tanya Ranu ketus, lalu mengambil taco yang dia pesan, "oke! Aku masih bisa makan sendiri!" Lalu melahapnya dengan buas. Di seberang meja, Santi tampak mendengkus. Menyelipkan anak rambut ke belakang telinga. Ia mengalihkan pandangannya pada Dewa. "Kak Dewa, sepertinya ... Pembicaraan kita tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN