Kembar Tapi Beda - 100

2142 Kata

"AAAAAAAAAAA!" BRAK! "Sayang, kenapa?" Ini bencana! Ranu menatap putus asa sosok Dewa yang sudah menjulang tinggi di hadapannya. Matanya memerah, dengan rambut kusut masai dan wajah mengantuk. Memperlihatkan jika pria itu masih tak puas dengan tidur lelapnya tapi sudah harus terjaga dan membuka mata. Atau mungkin ... Teriakan Ranu yang menghancurkan tidur damai pria itu? Ya, memangnya siapa lagi? Sayangnya, bahkan untuk merasa bersalah karena sudah menganggu tidur Dewa pun Ranu tak ada waktu. Dia masih sibuk duduk di lantai kamar mandi sembari meratapi nasibnya sendiri. Surai hitam panjangnya bak tirai yang menjuntai dan menutupi sebagian wajah saat menundukkan kepala. Rasa kantuk yang sebelumnya menggelayut. Seketika luruh, mendapati sang istri yang tampak menyedihkan di lantai kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN