Kembar Tapi Beda - 87

2064 Kata

Brak! Dewa berjengit di tempat duduknya. Dia yang sebelumnya bertopang dagu, dan sibuk melamun begitu terkejut. Bahkan, keberadaan seseorang yang menyusup masuk ke ruang kerjanya pun ia tak tau. Menundukkan pandangan, ia dapati dua rantang makanan bersusun empat sudah mendarat cantik di atas mejanya. Mengangkat wajah, Dewa mengela napas saat tatapannya bersirobok dengan sosok Argi yang tengah bersedekap tangan dengan wajah menyebalkan. "Lo tau? Gue batalin janji makan siang sama cewek cantik yang bisa jadi gandengan potensial karena memilih buat datang ke rumah lo." Oceh Argi sembari mendudukkan diri di kursi yang bersebrangan dengan Dewa yang sudah menegakkan posisi duduknya. "Ngapain lo ke rumah gue." "Nyokap lo telepon, minta gue datang ke sana. Ya ... Sebagai pria baik yang sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN