PART 21. MENGULUR WAKTU

1605 Kata
Deehan yang ingin memastikan hal tersebut menuju ruangan Nino sambil membawa map laporan yang akan ia jadikan alasan kedatangannya ke ruangan Nino. Seperti biasanya, Theo mengikuti Deehan tepat di belakangnya. Setibanya di ruangan Nino yang juga terlihat sedang sibuk dengan pekerjaannya, namun Deehan tidak dapat mengurungkan niatnya demi mendapat kejelasan dari Nino. “Tn. Deehan..” sapa Nino sopan beranjak dari kursi kerjanya. “Ah iya---maaf Aku mengganggu waktu mu, Aku ke sini hanya ingin membahas soal laporan ini” balas Deehan berbohong demi mencari alasan. Deehan duduk di sofa ruangan Nino dan menyodorkan map laporan tersebut dan meminta Nino menjabarkan isi laporan tersebut. Mengikuti permintaan Deehan, Nino mulai menjelaskan isi laporan tersebut dengan sangat lengkap. “Apa mungkin ada lagi yang Anda kurang pahami? Biar Aku jelaskan kembali” ucap Nino sopan. “Sudah! Aku sudah paham” balas Deehan menyudahi percakapannya yang membahas soal laporan tersebut. “Oh iya—hari ini Aku tidak melihat Mikha, apa mungkin dia sedang----” “Ah iya---kata putri pertama ku tadi, katanya tadi pagi adiknya berangkat lebih pagi bersama Earlene mahasiswi yang bersama Mikha di sini untuk menyelesaikan objek penelitian ketiganya” jelas Nino mendahului demi menjaga image Mikha di hadapan Deehan. Mendengar penjelasan Nino yang sangat jauh berbeda dari Earlene membuat Deehan menimbulkan banyak pertanyaan dalam hatinya. Bahkan Theo yang juga mendengar jawaban Nino di buat bingung dengan jawaban yang tadi ia terima dari Earlene. “Ah pantas saja, sejak tadi Aku tidak melihatnya” ungkap Deehan. “Mungkin saja hari ini kedua anak itu sedikit terlambat masuk kantor” lanjut Nino. “Baiklah---tidak apa selagi mereka memang menyelesaikan penelitiannya” tutup Deehan sebelum meninggalkan ruangan kerja Nino. Deehan dengan segala pemikirannya saat berjalan kembali menuju ruangannya. “Cari tahu sekarang ada apa sebenarnya, Theo!” pinta Deehan cemas. “Atau minta Celine suruh Earlene datang ke ruangan ku sekarang!” lanjut Deehan. Theo dengan cepat menghubungi Celine dan memerintahkan sesuai dengan apa yang di katakana Deehan kepadanya. Earlene yang berada di ruangannya setelah mendapat perintah tersebut kembali merasa panik dan cemas. Di mana ia sudah tau apa yang akan di tanyakan Deehan hari kepadanya. Earlene berhasil tiba di ruangan Deehan dan berusaha terlihat biasa saja agar menghindari kecurigaan Deehan kepadanya. “Aku mau kamu berkata jujur kepada ku..” pinta Deehan kepada Earlene. Earlene mengangguk. “Kenapa kamu berbohong pada Theo kalau Mikha sedang sakit terserang flu?” tanya Deehan tanpa basa-basi. Earlene kembali menghela napas panjang, di mana ia sudah tau kalau lagi dan lagi pertemuannya dengan Deehan membahas tentang Mikha. Seperti sebelumnya pada Noah. Earlene tetap kekeuh dengan jawabannya hingga Deehan yang menjelaskan kalau ia baru saja dari Nino dan mendapat jawaban berbeda darinya. Mendengar hal tersebut, Earlene menjadi panik kalau saja Mikha ketahuan oleh Nino. “Apa Tn. Nino tau kalau hari ini Mikha tidak masuk di kantor?” tanya Earlene balik. “Jawab pertanyaan ku dulu, Earlene!” pinta Deehan lebih dulu. Lagi dan lagi Earlene tidak memiliki pilihan lain selain mengatakan yang sejujurnya kepada Deehan. Earlene memberitahu Deehan kalau beberapa hari yang lalu ia berbohong mengenai keadaan lukisan milik seniman jepang tersebut. Mendengar penjelasan Earlene, Deehan masih tidak paham dan memintanya menjelaskan lebih detail. Earlene menjelaskan kalau lukisan itu ketumpahan cat saat ia membuka pintu ruangan tersebut, karena panik ia menghubungi Mikha. Mikha mengambil tindakan demi melindungi Earlene, dirinya serta jabatan ayahnya di Capitaland. Earlene juga memberitahu Deehan kalau Mikha yang melarangnya mengatakan sejujurnya kepada siapapun sambil ia mencarikan solusi. “Lalu? Apa solusinya?” tanya Deehan penasaran. “Saat itu Mikha berencana untuk berbicara langsung pada Tn. Yamusa untuk di buatkan lukisan baru sebagai pengganti lukisan itu----” “Itu tidak mungkin, Tn. Yamusa tidak mungkin melakukannya lagi!” sela Deehan mendahului. “Aku juga sudah mengatakan hal itu pada Mikha, tapi dia tetap kekeuh percaya kalau akan berhasil----dan hari ini dia terbang ke Jepang setelah mendapat alamat milik Tn. Yamusa dari sekretarisnya kemarin berkat Tn. Noah” jelas Earlene. Deehan sangat terkejut mendengar perkataan Earlene. Di tambah lagi Noah sudah mengetahui terlebih dahulu. “Noah tahu permasalahan ini?” tanya Deehan memastikan. “Tn. Noah awalnya tidak tahu----Aku juga baru saja mengatakan yang sebenarnya pada dia setelah dia menyadari Aku yang berbohong kalau Mikha sedang sakit juga” jelas Earlene kembali. Deehan menghela napas kasar sembari memijit pelipisnya karena ia lagi dan lagi terlambat selangkah di belakang Noah. “Apa tadi pada saat kita ketemu di basement itu Tn. Noah sedang mencari atau ingin menyusul Mikha?” sela Theo dengan terkaannya. Earlene kembali meminta maaf pada Deehan dan menyesal karena semua ini adalah kesalahan. Ia juga memohon pada Deehan agar tidak membiarkan Nino mengetahui hal tersebut. “Apa Tn. Nino tahu Mikha tidak masuk hari ini?” tanya Earlene kembali. “Aku tidak mengatakannya, karena dia mengira kamu sama Mikha sedang melakukan penelitian mu dan terlambat masuk kantor hari ini” jelas Deehan. Mendengar hal tersebut Earlene menjadi sedikit lega. Deehan mengeluh kepada Earlene karena pada hari itu kenapa Earlene tidak mengatakan yang sejujurnya saja kepada Deehan agar dapat mencarikan solusinya tanpa harus membiarkan Mikha sendiri terbang ke Jepang. “Apa yang Anda lakukan, Tn. Deehan---hari pameran itu semakin dekat, apa Mikha bisa mendapat lukisan pengganti itu?” ungkap Theo. “Tidak mungkin! Tn. Yamusa tidak mungkin memberikan lukisan pengganti----kau tau kan bagaimana susah ku membujuknya kemarin?” balas Deehan. “Lalu?” tanya Theo. “Walaupun Tn. Noah juga ikut andil, semisal ia berhasil menemukan Mikha di sana?” lanjut Theo menerka segala kemungkinan yang ada. “Semoga saja Noah bisa menyelesaikannya---dan Aku akan menyelesaikan masalah lainnya di sini” jelas Deehan. Deehan berbesar hati merelakan Noah yang menyusul Mikha di sana. Di mana ia juga sangat berharap kalau Noah bisa menemukan di sana dan membereskan masalah ini bersama dengan Rio Yamusa. Sedangkan dirinya harus berpikir apa yang di akan ia lakukan demi menyembunyikan masalah ini untuk tidak sampai ke telinga Deefan agar tetap melindungi Mikha. “Apa Anda yakin, Tn. Noah juga menyembunyikan hal ini pada Tn. Deefan?” tanya Theo penasaran. “Tentu saja! Aku tahu Noah… tapi Aku tidak tahu alasan utama ia mengambil tindakan nekat ini apa murni karena ingin melindungi Mikha atau menyelamatkan namanya sendiri di depan ayah” jelas Deehan. “Atau kau coba pancing Sein saja----coba kau ke ruangan Noah dan tanyakan kepada Sein di mana keberadaan Noah saat ini, walaupun Aku sangat yakin kalau Sein tidak akan mengatakan yang sebenarnya tapi setidaknya Aku juga harus memastikannya sendiri demi menebak alur dari permasalahan kali ini” lanjut Deehan. Theo mengangguk mengerti. Deehan juga meminta Earlene kembali dan tetap menjaga rahasia ini. Bahkan Deehan berpesan pada Earlene kalau tak ada lagi orang yang boleh mengetahui permasalahan tersebut selain Noah dan juga dirinya. Earlene mengangguk mengerti dan menyusul Theo keluar dari ruangan Deehan. *** - Tokyo, Jepang – Mikha berhasil tiba di Jepang setelah melakukan penerbangan selama enam jam lebih lamanya, tanpa membuang waktunya yang sangat berharga. Mikha dengan bergegas menuju alamat yang di berikan sekretaris Rio Yamusa padanya. Tak fasih dalam berbahasa Jepang, namun skill berbahasa inggris Mikha tak perlu di ragukan lagi. Menuju ke alamat yang di berikan, di mana memakan waktu hampir sejam Mikha mencari alamat tersebut hingga ia berhenti di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi ke langit. “Apa ini apartemennya?” batin Mikha menerka. Mikha kembali tak membuang waktu, ia masuk ke dalam gedung tersebut mencari lantai kamar yang tertera dalam note di layar ponselnya. Berhasil mendapatkan apartemen milik Rio, Mikha menarik napas yang cukup panjang sambil mengumpulkan keberanian menekan bel apartemen seniman tersebut. Beberapa kali Mikha memencet bel tersebut hingga pintu itu terbuka dan menampilkan seorang wanita yang khas dengan wajah jepangnya. “Maaf Anda mencari siapa?” tanya wanita tersebut. “Hm.. Aku Mikha Caleystra Ruby dari Capitaland---Aku ingin bertemu dengan Tn. Rio Yamusa” ucap Mikha sopan dalam berbahasa inggris. “Maaf---sepertinya Aku menerima pesan yang berbeda dari panggilan kemarin dari pihak Capitaland” balasnya yang juga sopan. “Hm.. iya. Kemarin Aku mengatakan akan mengirimkan lukisan, lukisan akan segera menyusul hanya saja Tn. Noah meminta Aku bertemu dengan Tn. Rio Yamusa terlebih dahulu” ungkap Mikha berbohong sambil menjual nama Noah dengan perasaan bersalahnya melakukan hal tersebut yang sangat tidak sopan. Namun ia tidak memiliki pilihan lain. “Tunggu sebentar!” balas wanita itu kembali menutup pintu tanpa mempersilahkan Mikha masuk terlebih dahulu. Mikha menghela napas panjang lalu membuangnya kembali, di mana saat ini jantungnya berdegub sangat kencang. “Maaf kan Aku, Noah… Aku tidak punya pilihan lain selain menjual nama mu” batin Mikha merasa bersalah. Pintu itu kembali terbuka dan memperlihatkan wanita yang sama. “Bagaimana?” tanya Mikha dengan wajah berharapnya. “Karena Anda di utus oleh Tn. Noah Kelsey, Tn. Yamusa akan menemui Anda. Tapi tidak sekarang, karena ia sedang mengerjakan sebuah lukisan baru dan dia tidak ingin di ganggu saat ini” jelas wanita tersebut yang tak lain adalah Aiko Mizuhara selaku sekretaris pribadi Rio Yamusa sekaligus berstatus sebagai kekasihnya. “Lalu kapan Aku bisa bertemu dengannya?” tanya Mikha cemas. “Mungkin sore nanti, Anda bisa kembali ke sini” balas Aiko. Mikha terdiam sembari berpikir. “Tidak apa, Mikha! Setidaknya kamu punya harapan bertemu dengannya” batinnya menguatkannya. “Baiklah.. sore nanti Aku akan kembali---terima kasih nona…” “Aiko---Aiko Mizuhara” lanjut Aiko ramah. “Ya! Terima kasih nona Aiko” ucap Mikha kembali sebelum meninggalkan apartemen tersebut. Mikha meninggalkan apartemen milik Rio, namun ia memutuskan untuk tidak meninggalkan gedung tersebut. Di mana ia yang juga tidak memiliki tujuan untuk keberadaannya di Jepang saat ini. Mikha menunggu di depan gedung apartemen yang di tempati Rio sembari menunggu waktu menuju sore hari. *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN