"Va, bangun gih. Anterin mbak sebentar." Elvin mengguncang tubuh adik bungsunya yang masih enggan membuka mata. "Apaan sih mbak, masih pagi banget ini." Eva memicingkan sebelah mata masih malas untuk beranjak dari tempat tidurnya. Dilihatnya sang kakak sudah tampil rapi mengenakan dress sepanjang betis dengan syal berwarna keemasan yang menggantung di lehernya. "Mbak Elvin mau kemana udah rapi aja jam segini." gadis itu melirik jam dinding yang masih menunjukkan pukul enam pagi. Masih terlalu pagi baginya untuk beranjak dari kamar, apalagi sekarang akhir pekan, waktu yang biasa ia gunakan untuk bersantai seharian. "Anterin mbak ke pemakaman yuukk." "Ngapain?" "Liat Crystal Va." Eva langsung menegakkan duduknya begitu mendengar jawaban sang kakak. Heran, karena Elvin begitu menggebu i

